Selasa, 24 Januari 2017

Keanekaragaman Ukiran Kayu dari Bali

Bali merupakan daerah yang sudah banyak menghasilkan karya-karya seni yang bernilai tinggi dan mampu menjadi peluang usaha bagi seseorang yang memiliki jiwa seni. Seperti di daerah Gianyar tepatnya di Br.Kepitu, Ds.Kenderan, Kec.Tegallalang, Gianyar, daerah ini memiliki peluang usaha sebagai pengerajin ukiran kayu yang mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah dari hasil karya seni kerajinannya. Contoh hasil kerajinannya sebagai berikut:

Ukiran RAM (Pendelasi Udara)



Hasil kerajinan ini digunakan sebagai pendelasi udara yang biasanya di pasang di atas pintu ataupun di atas jendela rumah yang terlihat sangat indah jika digunakan. Warna yang agak gelap serta dengan pemakaian politur ukiran ini terlihat lebih mengkilat sehingga menimbulkan kesan antik dari RAM ini. Dengan menirukan bentuk bunga dan daun ukiran ini terlihat sangat simple tetapi memiliki nilai estetika yang tinggi. RAM dengan ukuran 30x40 cm dan dengan harga Rp 250.000 ini dapat memperindah rumah dengan ukiran RAM khas Bali ini.

Ukiran Pandil

Ukiran Karang Mata



Ukiran karang mata merupakan salah satu hasil dari kerajinan ukiran kayu yang memiliki bentuk unik dan daya tarik tersendiri karena di dalam pahatannya terdapat bentuk seperti mata dan gigi yang terlihat sangat berbeda dari ukiran lainnya. Dengan memakai warna-warna yang cerah ukiran karang mata ini semakin terlihat seni dan antik, karang mata dengan ukuran 9x15 cm dan dengan harga Rp 100.000 ini dapat digunakan untuk hiasan dinding yang bernilai seni.

Ukiran Untuk Pintu dan Jendela



Hasil kerajinan ukiran ini lebih besar ukurannya yaitu memiliki 60 cm untuk lubang pintunya karena dapat digunakan sebagai pintu rumah khas bali yang biasanya dipasang bersama 2 jendela dengan bentuk dan motif ukiran yang sama. Dengan memakai prada sebagai warnanya, ukiran ini semakin antik jika digunakan,  karena warna prada ini dapat memberikan kesan mewah dari hasil ukiran yang telah dibuat. Dengan harga Rp 6.500.000 pintu khas Bali ini mampu menghasilkan pendapatan bagi pengerajinnya.

Mengenal Kerajinan Sokasi Khas Desa Tigawasa

Mengenal Kerajinan "Sokasi" Desa Tigawasa

Posted: Jan. 25 - 2017 Sokasi Bali
Desa Tigawasa adalah sebuah desa tua (Bali Aga) yang terletak di daerah pegunungan, di Kecamatan Banjar kabupaten Buleleng, Propinsi Bali, Desa Tigawasa berjarak 20 km dari kota Singaraja (Profil desa Tigawasa, tahun 2011). Desa Tigawasa merupakan pusat berbagai kerajinan anyaman bambu seperti  kerajinan “Sokasi”. Dari sejumlah kerajinan tersebut, kerajinan “sokasi” merupakan “ciri khas yang unik” dan sekaligus kerajinan andalan Desa Tigawasa. keunikan yang terdapat pada kerajinan “sokasi”, yaitu hampir semua ibu-ibu rumah tangga bahkan gadis-gadis remaja dan anak-anak berusia dari 10 tahun bisa membuat “sokasi”. Sedangkan keunikan pada kerajinan “sokasi” yaitu pada corak dekoratif khas Bali, dengan ciri ungkap khas Buleleng yang merupakan kepribadian seni kerajinan Tigawasa.
Pengerajin dari Tigawasa kebanyakan mengerjakan secara sendiri-sendiri di rumah masing-masing sesuai dengan order yang diterima dari pengepul. Bahkan mayarakat yang pengerajin, ada sama sekali bukan untuk dijual, hanya sebatas bisa untuk kepentingan sendiri. Untuk kepentingan upacara agama hindu, adat (tradisi), sebagai cindramata, dan sebagai koleksi seni. Barang yang dihasilkan diserahkan kepada pengepul dengan harga yang 2 bervariasi sesuai dengan ukuran dan kualitas produk yang dihasilkan.
Cikal bakal kerajinan anyaman bambu ini dimulai sejak zaman Jepang menjajah di Bali, tetapi berkembang menggunakan cat sejak tahun 1985, kemudian sejak tahun 2000 baru mengenal motif yang inovatif. Di desa Tigawasa Kecamatan Banjar kabupaten Buleleng telah berdiri Kelompok Pengerajin “Sokasi” dengan nama kelompok “Sandat”, “Tunjung”, “Kecapa Bamboo Craf”, dan “Cempaka“. Di samping itu, Kelompok Pengerajin “Gedeg” dengan nama kelompok masing-masing dengan nama “Mawar”, “Cendana”, “Anggrek”,dan dan “Taru”. Tiap kelompok jumlah anggotanya berkisar 5 hingga 10 orang.
Jenis produk kerajinan anyaman bambu “sokasi” yang dihasilkan oleh kelompok maupun masyarakat di Desa Tigawasa antara lain: tempat nasi, tempat sarana upacara berbagai bentuk, hiasan dinding, hiasan lampu, tas cantik, tempat tisu, tempat kue dengan gaya pokok dekoratif dan gaya latar belakang adalah gaya naturalis .
Produk kerajinan anyaman bambu “Sokasi”  banyak diminati para seniman karena keunikan anyaman bambu Tigawasa ini. Keunikannya yang terletak pada unsur kepribadian Buleleng gaya dekoratif dan naturalistiknya. Kerajinan anyaman bambu “sokasi”  tidak saja diminati oleh para seniman, tetapi juga diminati oleh para kolektor seni baik dari dalam Negeri maupun dari manca negara. Banyak para pengerajin anyaman bambu menerima pesanan khusus untuk cindra mata. Bahkan anyaman bambu “sokasi”  yang sangat unik pembuatannya membutuhkan waktu sampai beberapa minggu dengan nilai jual sampai mencapai Rp 350.000 (tigaratus lima puluh ribu rupiah).
Untuk kerajinan “sokasi“ memiliki keunikan motif khas Tigawasa yaitu motif nagasari, dan 3 motif cokelat dengan tekstur naturalistik. Produk ini banyak digunakan sebagai dekorasi upacara agama Hindu, hiasan dinding, hiasan pintu masuk rumah, hiasan gapura, untuk alat- alat upacara, untuk hiasan meja tamu, untuk hiasan tempat-tempat sidang, pertemuan, seminar, untuk cindra mata, dan sebagainya. Produk “sokasi“ ini telah dipamerkan di hotel- hotel, Galeri-galeri, museum-museum baik di dalam maupun di luar negeri.

Keindahan Ukiran Khas Bali

Ukiran Khas Bali

Ukiran Kayu
Ukiran kayu tradisional Bali telah menjadi  subyek agama sepanjang waktu. Pada tahun 1930-an meskipun jenis baru ukiran dikembangkan di Mas dekat Ubud melayani pasar wisata. Saat ini, galeri ukiran Bali yang terbaik masih ada. Daerah lain utama untuk ukiran kayu ada disekitar jalan ke desa Sebatu. Ini adalah distrik di mana sejumlah besar barang antik yang baru dibuat.

Bagian yang paling penting adalah bahwa Anda menemukan sesuatu yang Anda sukai untuk harga yang Anda dapat membayar. Ada juga banyak lainnya standar seperti Bali pohon pisang kayu, bunga kayu, topeng kayu Bali dan jenis hal yang sering bisa ditemukan dengan harga lebih murah. Kayu kerajinan untuk souvenir seperti papan nama kayu, kotak perhiasan kayu, gantungan kunci, lonceng angin, dan jenis banyak pilihan beragam warna dan bentuk dapat ditemukan di toko-toko seni di daerah Bali.
Ukiran Batu
Ada banyak jenis batu ukiran tradisional Bali misalnya patung, hiper-realis binatang, gaya modern, dan lain-lain. Bahan disukai untuk ukiran batu dikenal sebagai tuf vulkanik yang menyerupai warna semen ketika baru diukir. Banyak pengunjung ke Bali berpikir bahwa mereka dilemparkan, bukan buatan tangan. Untuk melihat kenyataan dengan mata Anda sendiri, lihat di tikungan jalan di desa Batubulan yang telah lama disebut-sebut sebagai pusat pemahat batu.

Batubulan adalah sebuah desa yang terkenal dengan kerajinan patung batu dan tari Barong. Kerajinan seni pahat patung tersebut dapat kita jumpai di kedua sisi jalan dengan deretan patung-patung dewa Hindu dan patung Ganesha. Kebanyakan patung-patung yang kita jumpai dengan pahatan halus karena batu yang digunakan adalah batu vulkanik lunak. Desa ini juga terkenal dengan pertunjukan tari Barong, setiap pagi diadakan pertunjukan tari Barong di 4 sampai 5 tempat yang berbeda di desa ini.

10 Kerajinan Khas Bali yang Mendunia

Kerajinan Khas Bali

Bali terkenal dan menjadi tujuan wisata dunia, banyak diantara mereka yang telah berkunjung ke Bali mengaku telah memimpikan sejak lama untuk bisa berkunjung ke Bali. Banyak juga wisatawan yang akhirnya menetap di Bali karena jatuh cinta dengan pesona keindahan, budaya, spiritual dan keramahan masyarakat Bali.
Wisata alam Bali sangat beragam, mulai dari laut, pantai, gunung, kuliner hingga seni budaya dan agama, hal ini menjadikan wisatawan betah berlama-lama di Bali. Keragaman wisata ini juga dibarengi dengan kemampuan masyarakat Bali untuk mengolah hasil alamnya menjadi karya seni yang bernilai tinggi.  Terbukti dengan banyaknya jenis kerajinan khas Bali yang telah diekspor ke luar negeri dan memberikan penghasilan yang pantas untuk masyarakatnya.
Ada banyak sekali ragam atau jenis-jenis kerajinan khas Bali dan mungkin tidak cukup atau luput dari tulisan ini. Diantaranya adalah: Ukiran, Patung, Topeng, Wayang, Lukisan, Lukisan Kamasan, Kain Tenun, Kain Songket, Kerajinan Perak, Kerajinan Batok Kelapa, Kerajinan Kerang, Keris dan masih banyak lagi.

10 jenis kerajinan khas Bali yang mudah ditemui.

1. Seni Ukir Bali

seni-ukir-baliMasyarakat Bali dikenal sangat identik dengan seni, salah satunya adalah seni ukir. Seni ukir bisa ditemukan dalam setiap sudut kehidupan masyarakat Bali dari hal kecil hingga urusan keagamaan. Sebut saja misalnya di Pura yang adalah tempat persembahyangan masyarakat Bali.
Di sini dengan mudah wisatawan dapat menemukan berbagai bentuk dan jenis serta fungsi dari setiap ukiran yang ada. Di rumah-rumah masyarakat pun pasti ditemukan ukiran-ukiran dari sederhana hingga yang kompleks.
Seni ukir pun tidak terbatas dalam satu media tetapi sangat beragam seperti, ukiran kayu, ukiran perak dan emas, ukiran bambu, ukiran batu, ukiran akar pohon, dan ukiran tulang. Semua jenis ukiran ini memiliki nilai tinggi dan telah terkenal hingga ke luar negeri.

2. Patung

seni-patung-baliBali memiliki seni patung yang sangat indah dan dapat ditemukan dengan mudah menghiasi jalan-jalan besar di Bali. Salah satu patung terbesar dan terkenal adalah Patung GWK (Garuda Wisnu Kencana) yang telah menjadi salah satu tujuan wisata terkenal di Bali.
Seni patung di Bali tidak hanya yang besar seperti yang menghiasi jalan, souvenir patung Bali pun banyak dijumpai di pasar-pasar seni tradisional. Mereka juga telah menjadi barang seni ekspor bernilai seni tinggi.
Daerah yang terkenal sebagai tujuan wisata pasar seni di Bali berada di Sukawati – Gianyar. Di sana dengan mudah wisatawan dapat melihat-lihat karya patung Bali yang indah. Di sana juga dapat dilihat bagaiman para pengrajin membuat patung-patung khas Bali.

3.  Topeng

topeng-khas-baliDi Bali topeng identik dengan nilai spiritual dan dipentaskan dalam upacara agama. Diantara banyak topeng yang ada yang terkenal adalah Barong dan Rangda Bali sehingga topeng ini dijadikan gambar pada baju oleh-oleh khas Bali.
Disamping untuk dipentaskan dalam upacara agama masyarakat Bali juga memproduksi topeng-topeng souvenir yang bisa dijadikan hiasan rumah. Para pengerajin topeng di Bali dapat menghias atau melukis wajah topeng dengan sangat luar biasa sehingga terlihat seperti topeng tersebut hidup dan memiliki perasaan.
Mungkin kalian lebih sering melihat topeng-topeng khas Bali yang menyeramkan, namun sebenarnya ada banyak jenis topeng yang cantik-cantik. Ada topeng Putri Bali yang sangat cantik, ada topeng pangeran dan masih banyak lagi.

4. Lukisan dan Lukisan Kamasan

lukisan-kamasanLukisan Bali memiliki pakem khas yang mudah dikenali sebagai lukisan dari Bali. Biasanya lukisan Bali mengambil tema pemandangan, burung, wanita menari, dan wayang. Namun, sekarang ini sesuai dengan perkembangan zaman seni lukis di Bali pun ikut berkembang. Sekarang tema dan paduan warna yang digunakan lebih kaya dan terkesan modern.
Bahkan telah muncul jenis lukisan yang hanya ada di Bali seperti seni lukis jaring. Seni lukis ini menggunakan kanvas seperti biasa tetapi ditempelkan jaring ikan kemudian di lukis.
seni-lukis-baliLukisan khas Bali yang paling digemari dan sering muncul di film-film hollywood adalah Lukisan Kamasan. Lukisan ini bertema pewayangan dan memiliki alur cerita ynag diambil dari cerita pewayangan. Warna yang digunakan sederhana dan mencolok sehingga terkesan indah dan menegaskan cerita yang ingin ditampilkan.

5. Kain Tenun

Ada banyak sekali jenis kain tenun Bali, diantaranya: Kain Tenun Endek, Cepuk, Songket, Endek, kain lukis, dan rangrang. Semua jenis ini masih dibuat manual oleh masyarakat Bali dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM).
Untuk menghasilkan satu kain tenun yang indah dan berkualitas terkadang membutuhkan waktu berhari-hari hinga bulanan sehingga wajar jika kain tenun Bali berharga mahal.
Selain berkualitas kain tenun Bali juga menampilkan keindahan budaya Bali yang ditunjukkan oleh corak atau pola yang ada di kain tenun Bali. Kini kain tenun Bali telah banyak perancang busana membuat busana-busana yang indah dari kain ini.

6. Batik Bali

kain-batik-khas-baliTidak hanya Yogyakarta dan Pekalongan yang berbangga dengan batiknya, Bali juga memiliki batik yang tidak kalah bagus. Batik Bali biasanya mengambil motif bunga kamboja, bunga kembang sepatu, penari Bali, penari, ikan, singa bersayap dll.
Selain motif tradisional kini juga banyak pengrajin batik Bali menambahkan motif-motif baru seperti menara eiffel , kangguru, dll.


7. Kerajinan Perak

kerajinan-perak-baliDaerah yang paling terkenal dan menjadi pusat kerajinan perak Bali adalah Celuk, di sini dapat dijumpai banyak toko-toko yang menjual kerajinan perak bernilai seni tinggi.
Rasanya belum lengkap kalau belum berkunjung ke Celuk karena selain bisa membeli wisatawan juga bisa melihat langsung proses pembuatan kerajinan perak di sana.
Hampir semua penduduk Celuk bergerak di usaha perak entah sebagai pengrajin atau pengusaha perak. Anda bisa membeli beragam jenis kerajinan perak, seperti: anting, kalung, gelang. souvenir, ukiran, patung, dll.

8. Batok Kelapa

Kelapa adalah tumbuhan serbaguna dan masyarakat Bali mampu memanfaatkannya hingga ke batok kelapa yang biasanya hanya untuk kayu bakar atau arang kini menjadi barang seni yang bernilai dan telah diekspor ke luar negeri.
Ada beragam jenis kerajinan yang dapat dihasilkan dari batok kelapa, seperti: mangkok, piring, sendok, keben, souvenir, asbak dll. Hasil kerajinan batok kelapa juga dapat dengan mudah ditemui di artshop-artshop di Bali.
Lihat Produk: Bokoran Batok Kelapa.

9. Kerajinan Kerang

Selain hasil alam yang ada di darat masyarakat Bali yang terkenal memiliki darah seni ternyata juga dapat mengolah hasil laut seperti kerang sebagai sebuah barang yang bernilai seni. Kerajinan kerang Bali sangat digemari oleh wisatawan asing maupun lokal.
Hampir semua jenis souvenir bisa dihasilkan dari kreativitas pengrajin kerang, seperti: gelang, kalung, anting, asbak, bingkai foto, bingkai kacamata, tirai dan masih banyak lagi jenisnya.


10. Keris

Bagi masyarakat Bali keris dianggap sebagai benda yang sakral, memiliki nilai magis dan menunjukkan posisi atau derajat dari orang yang memiliki keris tersebut. Beberapa orang ada yang melakukan upacara tertentu dalam merawat keris yang dimiliki.
Terlepas dari semua anggapan itu, keris Bali juga banyak diminati wisatawan karena keindahannya dan bisa ditemui di toko-toko perhiasan perak.
Selain 10 jenis kerajinan khas Bali yang disebutkan di atas mungkin masih ada jenis yang lainnya dan silakan teman-teman pembaca tambahkan di kolom komentar sehingga kami bisa update postingan ini.
Terimakasih telah berkunjung.